Pengaruh Individu Dalam Kemajuan Umat

Written on February 15, 2005 – 4:17 pm | by A Purwanto |

Diri kita sebagai bagian terpenting dalam kelangsungan sejarah umat
manusia dan Islam khususnya. Indivindu muslim adalah pelaku sejarah
dan kebangkitan umat Islam, sekaligus mempunyai andil besar bagi
kelangsungan kalimatullah dimuka bumi ini.

Sebuah umat tidak akan terlepas dari individu muslim dalam meraih
kesuksesan. Apabila umat itu sakit maka sudah barang tentu individunya
terserang penyakit. Hilangnya wibawa hukum, undang-undang, negara,
peradaban manusia, juga tidak terlepas dari penyakit individu. Apabila
rusak akhlak sebuah negara dan tatanan masyarakat, biasanya tersebar
dari individu yang terkena penyakit hati dan akhlaknya, kemudian
menular keseluruh lapisan masyarakat.

Islam adalah merupakan agama yang lengkap dengan syariat, menyuruh
kepada keseimbangan hidup serta menata kekuatan yang berbeda dalam
masyarakat. Hingga terbentuk sebuah bangunan umat kuat dan kokoh, tidak ada kelemahan atau celah dan kegamangan.

Terbentuk dari pada sistim masyarakat yang mempunyai kehidupan secara ekonomi, akhlak masyarakat kuat, membersihkan jiwa dan mendidik nafsu. Sehingga terbangun sebuah ikatan yang saling mengasihi dan menopang satu sama lainnya.

Pada titik terpentingnya nanti adalah membentuk kepribadian muslim
yang mempunyai kekuatan masing-masing individu, baik itu kekuatan ruhnya, akhlaknya, jasmaninya. Maka nabi sangat menyukai seorang
muslim yang kuat dari pada muslim lemah. Sebagaimana sabdanya “Muslim
yang kuat lebih baik dari pada muslim yang lemah”.

Dalam masyarakat sekarang ini, sangatlah krusial penyakit yang terjadi di tengah masyarakat modern. Tidak akan terbentuk sebuah kebangkitan dan tidak akan berbuat banyak, hanya jalan di tempat. Karena memang kondisi pada semua lini, baik individu, keluarga, lapisan masyarakat.Semuanya terjangkit penyakit, sehingga tidak bisa berbuat.

Titik awal dalam mengobati akhlak masyarakat, mulai dari pada individu masing-masing. Individu merupakan sosok awal untuk melangkah ke tahap berikutnya. Seruan Ishlahiah (perbaikan) dimulai dengan cara
memperbaiki individu, bukan masyarakat langsung. jadi kalau ingin
menanam sebuah pohon agar tumbuh dengan bagus, tentu bibitnya harus
sehat tidak berpenyakit.

Ishlah (perbaikan) terhadap individu beberapa orang saja dalam sekup sebuah desa atau tempat. Akibatnya adalah luar biasa bagi perubahan dalam tatanan masyarakat setempat. Mereka yang sudah baik dalam pemahaman Islam akan menularkan kebaikan itu kepada masyarakat
sehingga tetap dalam Istiqomah untuk menggapai hidayah Allah. Akan
bersih sosial masyarakat itu akibat tercemar oleh kebaikan yang ditularkan oleh mereka yang berpegang teguh pada Allah.

Mereka yang membangun peradaban, negara, membrantas kejahiliahan
(kebodohan), membuka wawasan ilmu, mereka yang merubah sejarah,
peristiwa besar dalam hidup insani. Mereka-mereka adalah orang-orang
yang terdiri dari: pertama, individu yang kuat kemauannya, kedua,
Istiqomah akhlaknya dalam kebaikan, ketiga, hidupnya bersih dari pada
penyakit diri dan hati.

Ketiga unsur tersebut merupakan penopang dalam rangka gerakan
perbaikan (harakatul Ishlah), inqilab (perubahan total) masyarakat
yang mulia. Masyarakat diibaratkan sebagai tubuh yang juga membutuhkan akal dan kepala untuk berpikir. Sama seperti mobil terbuat
dari berbagai unsur terkecil dan besar, namun mobil tidak akan jalan
apa bila tidak ada sopirnya. Begitulah istilahnya ketiga unsur itu
adalah penopang kebaikan dalam tatanan masyarakat.

Dari pribadi yang sholeh selalu saja memikirkan bagaimana menciptakan lingkungan yang baik, maka keinginan mendirikan mesjid, sekolah, universitas, perkumpulan. Maka didirikan masjid, sekolah dan
perkumpulan, adalah saling mendukung satu sama lainnya. Di masjid
membangun jiwa, sekolah membangun akal, perkumpulan membangun
akhlaknya. Ketika hilangnya fungsional dari pada ketiga komponen
(masjid, sekolah, perkumpulan) maka akan terjadi kerusuhan,
kegoncangan dalam kehidupan bermasyarakat.

Fungsi masjid mempunyai peranan yang terpenting dalam membentuk
kepribadian yang sholeh. Dan fungsinya sebelum di bangun sekolah dan
perkumpulan. Sebagaimana telah di contohkan oleh rasulullah ketika di
Madinah, maka pertama yang dibangun oleh beliau adalah masjid.
Sehingga dari masjid itu mengeluarkan para pahlawan yang benar-benar
ingin memiliki masyarakat bersih dari kebodohan dan kerusakan.
Bagaimana Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, Kholid bin Walid, Saad bin Abi
Waqhos mereka adalah produk dari masjid yang rasul bangun.

Sejarah membuktikan bahwa dahulu fungsional masjid adalah multi guna, masjid sebagai sekolahan, tempat menyelesaikan perkara, latihan
perang, berdagang, raat, dll. Mesjid sebagai sekolahan adalah
terbukti pada masjid-masjid besar seperti, Al Azhar, Madinah, Qodobah
dan Umawi. Mereka belajar membentuk halaqoh-halaqoh (dibimbing satu
guru). Sehingga di buktikan dalam sejarah bahwa masjid Qordobah
(spanyol) memiliki ribuan tiang-tiang penyanggah, namun tiap tiang
tersebut duduk seorang guru dan murid-murid belajar.

Dalam zaman modern ini penuh dengan penyakit-penyakit yang aneh
terjadi, menurut ilmu psikologi terjadi kegalauan, kesedihan, stress,
urat syarat terganggu, egois, kriminalitas akhlak. Semua ini
memerlukan pengobatan yaitu kembali kepada agama. Memerlukan perjalan
spiritual dengan menghidupkan masjid bagi masyarakat modern.

Maka nabi selalu saja menyuruh Bilal untuk mengumandangkan adzan bila masuk sholat tiba. Berkata “kabarkan berita gembira bagi kami ya
Bilal”. Itulah sifat nabi dalam menyambut sholat dengan hati gembira
dan menginginkan serta menanti sholat demi sholat. Maka seorang ahli
ibadah Ibrahim bin Adham ketika sholat malam bermunajat dan berkata ”
Kami dalam kenikmatan, seandainya para raja mengetahuinya maka kami
akan di bunuh”.

Kenikmatan dan ketenangan inilah sebenarnya yang diperlukan oleh para penderita penyakit di era globalisasi. Telah hilang dari masyarakat sekarang dari neraca hak, keadilan, kemuliaan dalam sistem masyarakat adalah rasa tanggung jawab terhadap kenikmatan dalam beribadah.

Post a Comment

Tentang Kami

Keluarga Muslim Delft adalah wadah kegiatan kemasyarakatan ummat muslim Indonesia di Delft yang bertujuan menggairahkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam mengharapkan ridla Allah Subhanahuu Wata’ala.

Ingin Berlangganan?

 Subscribe in a reader
Cari :