Pendidikan Akhlak Antara Islam Dan Globalisasi

Written on February 16, 2005 – 10:44 am | by A Purwanto |

Kelangsungan hidup dari generasi ke generasi merupakan sebuah mata
rantai yang akan silih berganti dalam mengarungi kehidupan. Akhlak
dalam skala individu tidaklah dapat dibendung ke ikut sertaannya
dalam mempengaruhi majunya sebuah umat. Maka pembentukkan akhlak
masing-masing individu merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.

Jika dilihat dari sudut pandang agama dan peradaban manapun, tekanan
terhadap pendidikan akhlak adalah titik paling penting dalam rangka
menjaga kestabilitasan hidup sesama manusia dan penduduk bumi. Akhlak
adalah merupakan bagian dari identitas sebuah umat. Sudah barang
tentu masing-masing mempunyai parameter serta standar khusus dalam
menerapkan sistem akhlak dalam kehidupan.

Dalam sebuah syair dikatakan :

Sesungguhnya yang tersisa dari sebuah umat adalah Akhlaknya
Apabila hilang akhlaknya maka umat itu telah hilang

Maka yang tersisa dari sebuah umat serta peradaban dan sejarah adalah
akhlaknya. Apabila nilai-nilai akhlak tersebut hilang, maka akan
hilang nilai-nilai keindahan dan kemuliaan di tubuh umat. Tidak
terlihat diantara individu sebuah keharmonisan dan keindahan dalam
hidup, yang ada hanya saling sikut, baku hantam, menelan yang kecil
serta menjadi penguasa kala power itu lebih dari pada yang lainnya.

Dalam Islam sangatlah mendapatkan perhatian yang sungguh besar dalam
masalah akhlak ini. Sebagaimana sabda nabi “Sempurnanya iman seorang
mukmin adalah mempunyai akhlak yang bagus”
. Dalam riwayat yang lain
dikatakan “Sesungguhnya yang dicintai olehku (nabi Muhammad) adalah
mereka yang mempunyai akhlak yang bagus”
.

Sebagaimana Islam menganjurkan kepada umatnya untuk selalu menghiasi
dengan akhlak yang baik. Bukan menganjurkan kepada perbuatan yang
nista dan berakhlak bejat. Sungguh bukan merupakan keasingan bagi
umatnya tatkala anjuran ini di junjung tinggi, tapi sayangnya masih
banyak dari umatnya mengabaikannya, lagi mendustainya.

Bila melihat dari pada tujuan atau target pendidikan akhlak dari
globalisasi adalah menyiapkan individu-individu untuk hidup dan
berinteraksi dengan lainnya dan menikmati kehidupan di dunia saja.
Adapun tujuan pendidikan akhlak dari Islam adalah lebih jauh dari
itu yaitu merealisasikan individu-individu untuk hidup dan
berinteraksi dengan lainnya secara terhormat, sekaligus
merealisasikan keridhoan Allah untuk menggapai di akhirat dengan
tenang memasuki surganya.

Tidak diragukan lagi bahwa pendidikan akhlak mempunyai pendukung dan
penopang sebagai barometer penilaian baik dan buruk. Sudah barang
tentu penopang tersebut terangkum dalam kaidah-kaidah dan ketetapan
untuk mengartikan makna baik dan buruk. Sebagaimana juga dalam
membatasi atas ganjaran bagi yang melakukan kebaikan dan keburukan.

Dalam Islam tidak diragukan lagi, bahwa kaidah serta batasan dalam
mengerjakan baik dan buruk telah tertera dalam nash-nash syariah
(quran dan hadits). Sementara di luar Islam mereka meletakkan sistem
penilaian baik dan buruk berdasarkan kepada kaidah (qowaid), sistem,
kebiasan-kebiasaan di sekeliling mereka yang mana kemungkinan
terdapat sebuah keniscayaan antara benar dan salah. Karena dilihat
keterbatasan manusia.

Di dalam kaidah akhlak ada istilah dawafi (dorongan) dan mawani
(larangan). Dawafi merupakan sebuah daya dorong bagi setiap individu
untuk melaksanakan ahklak dengan baik dan benar. Islam telah
menekankan hal ini dalam pendidikannya dengan jelas dan gamblang,
sebagaimana meminta keridhoan Allah dalam rangka menggapai surganya.
Ketika nabi ditanya tentang banyaknya manusia yang masuk surga, maka
nabi menjawab “Taqwa kepada Allah dan akhlak yang bagus”.
Mawani adalah perkara yang membuat setiap individu terlarang untuk
melakukan akhlak yang buruk

Penopang berikut dari pendidikan akhlak adalah adanya contoh teladan
yang ideal. Contoh tersebut sudah ada dalam Islam sebagaimana di
lakukan oleh nabi Muhammad. Walaupun tidak hidup orangnya, tapi
gambaran jelas tentang akhlak telah tercatat dalam quran dan hadist.
Umat yang tidak mempercayai kenabian Muhammad maka mereka tidak
memiliki keteladan mendunia didalam sektor ini.

Penopang selanjutnya adalah cocok dengan fitrah manusia. Globalisasi
tidak dapat mewakili akan hal ini. Terlihat di dunia sekarang banyak
akhlak-akhlak terjadi penyalah gunaan sehingga tidak sesuai dengan
fitrah manusia. Akan tetapi tarbiyah (pendidikan) akhlak yang
dibangun oleh Islam selamanya tidak akan bertentangan dengan fitrah
manusia.

Jadi tarbiyah akhlak Islam merupakan pendidikan yang memeliki syarat-
syarat penopang yang mendunia dan tujuan yang mulia. Sudah semestinya
Islam memimping dunia, tapi kapan?

Setelah mengetahui hal itu, muslimin mempunyai visi dalam menjunjung
nilai akhlak Islami dalam realita kehidupannya. Bukan mereka malah
mengajak kepada perkataan tapi dalam pelaksanaan adalah nihil belaka.
Muslim bukan “No Action Talking Only” (NATO) tapi “Ibda’ bi nafsika
wad’u ghoirok”
(Mulai dari diri sendiri dan ajak yang lain).

wallahua’lam bishawab

  1. 7 Responses to “Pendidikan Akhlak Antara Islam Dan Globalisasi”

  2. By furdi on Nov 17, 2005 | Reply

    sekedar mau tanya bagaimana aqidah,ahlak ,dan ibadah seorang muslim dalam menghadapi era globalisasi dan informasi modren. trim’s

  3. By khoiron zamroni on Nov 19, 2005 | Reply

    anda mempunyai artikel ilmu pendidikan islam apa g’?klu ada kirim ke e mail aku ok! sebelumnya met kenal?

  4. By aditia on Dec 7, 2005 | Reply

    BAGUS TOPIKNYA

  5. By Nazrul Bin Ismail on Feb 22, 2006 | Reply

    Saya ingin bertanya tentang bagaimana untuk membentuk akhlah didalam diri

  6. By zulfah on Feb 13, 2007 | Reply

    saya ingin bertanya bagaimana pembentukan akhlak untuk anak. tolong kirim ke email saya. terima kasih atas jawabannya. saya sangat mengharapkannya

  7. By Syahrati on Jan 13, 2008 | Reply

    Saya ingin bertanya bagaimana peranan pendidikan agama oleh keluarga (orang tua) dalam mengimplementasikan syari’at Islam di Aceh.Saya sangat mengharapkan jawaban anda. mohon jawabannya dikirim melalui email saya. Syukran atas jawabannya

  8. By jebat on Feb 11, 2008 | Reply

    komen yg bagus

Post a Comment

Tentang Kami

Keluarga Muslim Delft adalah wadah kegiatan kemasyarakatan ummat muslim Indonesia di Delft yang bertujuan menggairahkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam mengharapkan ridla Allah Subhanahuu Wata’ala.

Ingin Berlangganan?

 Subscribe in a reader
Cari :