Undangan Merah Jambu
Beberapa hari yang lalu ku baca kembali undangan seorang kawan yang akan melangsungkan pernikahan,entah mengapa ku terkenang kembali kejadian sepuluh tahun yang lalu di akhir desember 1993, seorang muslimah datang padaku untuk menyampaikan amanat bahwa ada seorang “ikhwan” yang ingin melamarku. Ku tak tahu bagaimana perasaanku saat itu tapi itulah terjadi walaupun dilalui dengan lika-liku tapi akhirnya tercetaklah jua undangan merah jambu yang menghantarkan kesanak saudara, sahabat dan rekan untuk memberikan ucapan Barakallah kepada kami berdua.
Renungan untuk suami dan istri
Untuk suami..
renungkanlah…
Pernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahasia..
isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah..
tidaklah setaqwa Aisyah..
pun tidak setabah Fatimah..
justru isterimu hanyalah wanita akhir zaman..
yang punya cita cita menjadi solehah.
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama..
isteri menjadi tanah kamu langit penaungnya..
isteri ladang tanaman kamu pemagarnya..
isteri kiasan ternakan kamu gembalanya..
isteri adalah murid kamu mursyidnya..
isteri bagaikan anak kecil kamu tempat bermanjanya.
Saat isteri menjadi madu kamu teguklah sepuasnya..
seketika isteri menjadi racun kamulah penawar bisanya..
seandainya isteri tulang yang bengkok berhatilah meluruskannya.
Pernikahan atau perkawinan menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa..
untuk belajar meniti sabar dan redha Allah swt.
kerana memiliki isteri yang taksehebat mana..
justeru kamu akan tersentak dari alpa..
kamu bukanlah Rasulullah saw.
pun bukanlah saiyyidina Ali karamallahhuwajhah..
cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi suami soleh…
amin…
Untuk isteri..
renungkanlah…
Pernikahan atau perkawinan membuka tabir rahasia..
suami yang kamu nikahi tidaklah semulia Muhammad saw.
tidaklah setaqwa Ibrahim..
pun tidak setabah Ayyub..
ataupun segagah Musa..
apalagi setampan Yusuf..
justeru suamimu hanyalah pria akhir zaman
yang punya cita cita membangun keturunan yang soleh.
Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban bersama..
suami menjadi pelindung kamu menjadi penghuninya..
suami adalah nakhoda kapal kamu navigatornya..
suami bagaikan balita yang nakal kamu adalah penuntun kenakalannya..
saat suami menjadi raja kamu nikmat anggur singgahsananya..
seketika suami menjadi bisa kamulah penawar obatnya..
seandainya suami masinis yang lancang sabarlah memperingatinya.
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita perlunya iman dan taqwa..
untuk belajar meniti sabar dan redha Allah swt.
karena memiliki suami yang taksegagah mana..
justeru kamu akan tersentak dari alpa..
kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna didalam menjaga..
pun bukanlah Hajar yang begitu setia didalam sengsara..
cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi solehah…
amin…
Ya Allah jadikanlah keluargaku sakinah mawaddah warohmah dan hindarkanlah kami dari siksa narMu.
Amiin.
3 Responses to “Undangan Merah Jambu”
By `d on Apr 19, 2004 | Reply
artikelnya menyentuh sekali mbak..
By dukut nugroho on Jan 8, 2008 | Reply
assalamu’alaikum
bagus sekali mbak artikelnya, saya mohon ijin artikelnya saya masukkan kedalam undangan pernikahan saya, tentunya ada yang saya kurangi karena terlalu banyak, mohon maaf sebelumnya dan semoga mbak ridho,
saya sangat berharap mbak merespon tulisan saya ini, (ASAP)
terima kasih
wassalam
Dukut Nurgoho
By dukut nugroho on Aug 7, 2009 | Reply
assalamualaikum, mbak terima kasih, walau belum mendapat balasan, artikelnya sudah saya masukkan dalam undangan saya, tentunya saya edit karena terlalu panjang, saya menikah tanggal 29 Maret 2008,alhamdulillah sekarang sudah dikarunia seorang putra yang sehat dan lucu berusia 3 bulan
wassalam