Klakson

Written on February 11, 2004 – 1:46 am | by RR Hakim |

Ada satu hal yang sebelumnya begitu akrab yang kini sangat jarang saya temui di Delft ini. Bunyi klakson. Ya… bunyi yang tak asing lagi terutama untuk yang tinggal di kota-kota besar itu sekarang menjadi sesuatu yang hampir saya lupakan. Selama lebih dari satu tahun di Delft, baru satu kali saya mendengar bunyi klakson. Itu terjadi ketika seorang pengendara mobil memperingati seorang penyeberang jalan yang masih berusaha menyeberang jalan walau lampu telah berwarna kuning. Bunyi klaksonnya hanya satu kali, pendek, tidak keras dan bersahabat.

Masih ingat suasana lalu lintas di kota besar di Indonesia? Coba bayangkan kita di tengah-tengah kemacetan, di siang hari bolong yang panas. Rasanya hampir mustahil bila kita mengharapkan antrian kendaraan yang tertib di saat-saat seperti itu. Suara klakson yang panjang, nyaring dan berkali-kali pasti mewarnai kemacetan. Bahkan kadang-kadang bunyi klakson tersebut diikuti pula oleh berbagai makian kekesalan. Bila suasana sudah seperti ini, rasanya tangan kita pun gatal untuk ikut menekan klakson. Tombol klakson di kemudi kita bagaikan alat yang ampuh untuk menyalurkan kekesalan dan kepenatan kita. Padahal bunyi klakson yang panjang, nyaring dan berkali-kali itu tidak membantu mengatasi kemacetan. Pada saat seperti ini yang di butuhkan adalah kesabaran.

Lalu kenapa di negeri kincir angin ini saya jarang mendengar bunyi klakson? Apakah di sini tidak ada kemacetan? Tidak juga. Tentunya bukan tanpa alasan pemerintah Belanda mati-matian berusaha mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan mensubsidi tarif public transport sampai 2/3-nya. Semua kebijakan itu adalah untuk mengurangi kemacetan. Lalu apa bedanya dengan di Indonesia?

Kesabaran. Mungkin itu yang telah luntur dari budaya kita. Ironis memang. Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, dan sebagai seorang muslim, seharusnya kita memiliki kesabaran. Saya jadi teringat tulisan seorang kawan tentang mengelola waktu. Dia juga menulis bahwa seorang muslim seharusnya terbiasa untuk mengelola waktu dengan baik. Ah….ternyata begitu banyak hal-hal yang seharusnya melekat dalam label kita sebagai muslim, yang belum kita miliki.

Saya jadi bermimpi bunyi klakson di Indonesia tidak lagi panjang, nyaring dan berkali-kali. Cukup sekali, pendek, tidak keras dan bersahabat. Bahkan mungkin lama-lama saya lupa bagaimana bunyi klakson itu. Tidak ada lagi umpatan-umpatan kekesalan yang meningkahi bunyi klakson di kala macet. Semua orang bersabar, mengantri di jalurnya. Semoga…kelak mimpi ini jadi kenyataan.

  1. One Response to “Klakson”

  2. By amanda marcum on Jun 3, 2004 | Reply

    Amber Smith Pornstar
    Amber Brkich Pornstar
    Almudena Fernandez Pornstar
    Amber Easton Pornstar
    Amber Valletta Pornstar
    Amber Evans Pornstar
    Alyssa Alps Pornstar
    Amber Michaels Pornstar
    Alyssa Lovelace Pornstar
    Amber Rain Pornstar
    http://ambersmith.slutcities.com
    http://amberbrkich.picsteens.com
    http://almudenafernandez.pornlane.com
    http://ambereaston.porn-stars.org
    http://ambervalletta.hornypages.com
    http://amberevans.sex-photos.org
    http://alyssaalps.sexwebsites.com
    http://ambermichaels.sexy-girls.org
    http://alyssalovelace.bare.org
    http://amberrain.teensluts.org

Sorry, comments for this entry are closed at this time.

Tentang Kami

Keluarga Muslim Delft adalah wadah kegiatan kemasyarakatan ummat muslim Indonesia di Delft yang bertujuan menggairahkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam mengharapkan ridla Allah Subhanahuu Wata’ala.

Ingin Berlangganan?

 Subscribe in a reader
Cari :