Secangkir Teh dan Senyuman

Written on April 27, 2004 – 8:46 am | by D Chaerani |

Pagi datang,
sebelum siang
mentari menang
bulan menghilang.

Secangkir teh dalam genggaman
hadirkan kenang dalam ingatan
akan indahnya sebuah senyuman
yang tersungging hapus kesedihan.

Bunda sunggingkan senyuman
kala secangkir teh Bunda seduhkan
lalu kuterima dalam kehangatan
cinta kasih Bunda sepanjang jaman

Kuhirup harumnya teh dalam genggaman
sambil kukenang banyak kejadian
hingga rindu muncul berebutan
sepenuh rasa dan segala ingatan

Rinduku akan secangkir teh dan senyuman,
yang hantarkan aku hingga kuat pijakan
yang setiap pagi aku rasakan
dari tanganmu Bunda tersayang

Kutuntaskan teh dalam genggaman
Kusunggingkan sebuah senyuman
untukmu Bunda, doaku sepanjang jaman.

Dan,
Pagi mulai memudar,
siang datang menghantar,
mentari mulai menggetar,
Asa ini terasa menggelegar.

Kini kubuka hari dengan senyuman,
atas indahnya sebuah kenangan
tentang hangatnya secangkir teh dan senyuman.

[di]
pagi di kokmeeuwstraat
April 27, 2004.

  1. 5 Responses to “Secangkir Teh dan Senyuman”

  2. By dEnA on Apr 27, 2004 | Reply

    tatkala mentari kembali ke peraduan
    bulan mengintip dibalik awan
    dan malam datang menghampir

    kusapa mimpi
    endapkan kenangan
    resapi hari yg tlah ku jelang

    dan kembali kutersenyum…
    teringat hangatmu oh bunda

  3. By Hilda on Apr 29, 2004 | Reply

    Subhanallah, baguuuuuus banget ‘Di…

    Uni.

  4. By Agus van Tanhoft on Jun 12, 2004 | Reply

    Kokmeewstraat……..
    Menggugah kenangan lama….
    berjuang mengejar asa….
    ditemani sepi dan kopi….
    hingga akhirnya promosi juga…..

    Buat diah
    teruslah dikau berjuang…..
    Jadikan kokmewstraat kita…
    Mengantar anak nusantara….
    berdiri di mimbar aula……..

  5. By Efori on Jun 22, 2004 | Reply

    Subhanallah, indaah banget puisi ini
    aku tak kenal siapa yg nulis
    tapi aku yakin dia seorang hamba Allah
    yg sangat berbakat dlm mencipta puisi

    Kalau boleh,
    aku akan setia menunggu puisi-puisi indah lainnya…

    hamba Allah
    Congo, Africa

  6. By M. Endi S. on Jan 10, 2005 | Reply

    Saya sangat mengagumi puisi “Secangkir teh dan senyuman”. Mohon buatkan lagi puisi-puisi ttg teh.

Post a Comment

Tentang Kami

Keluarga Muslim Delft adalah wadah kegiatan kemasyarakatan ummat muslim Indonesia di Delft yang bertujuan menggairahkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam mengharapkan ridla Allah Subhanahuu Wata’ala.

Ingin Berlangganan?

 Subscribe in a reader
Cari :