Jika tak tulus jiwaku
Tuhanku
jika tak tulus jiwaku
halangilah segala hasratku untuk pandai
dan mengerti kenyataan ini,
namun jika Kau lihat cukup ketulusanku
anugerahkan setetes ayat Mu
agar menjadi tindakanku.
Tuhanku,
di luar ketulusan hati
bahasa Mu tak kan bisa kupahami,
kami mengembara ke hutan-hutan
dikungkung kesombongan yang tak kami sadari.
Tuhanku,
seribu samudera ilmu Mu
jumlah tak terkira kesanggupan Mu
tidaklah kuimpikan.
cuma tumbuhkan kemampuanku
menjadi setetes air
bergabung di samudera itu.
Quoted by [di] from
“99 Untuk Tuhanku”,
Emha Ainun Nadjib,
Pustaka, Bandung, 1983, cet.i
2 Responses to “Jika tak tulus jiwaku”
By YONI on Mar 30, 2004 | Reply
Aduuuuuhhhh….puitisnya. Suatu penyerahan. Namun harus dihindar memohon suatu yg negatif yaitu “halangilah”. Harusnya minta dibuka ketulusan itu. Tidak perlu minta dihalangi.
Suatu usaha yg gigih menerokai hutan. Namun gimana bisa tahu ada kesombongan sedang ia tidak disadari?
By Rini on May 15, 2004 | Reply
Aduh…pas baru baca judulnya kupikir ini tulisan Mbak Diah dan….maaf aku udah bersuudzon…kok puisinya Emha ‘dicuri’? Ternyata emang ngutip…he..he…
Anyway ini salah satu puisi favoritku, makanya liat judulnya aja dah apal. Kukutip puisi ini di thesis S2-ku. Saat ini puisi ini kembali pas ‘menonjok’ ketulusanku. Hmmmm