Ibunda
Ibu adalah orang yang ingin aku sujudi
biar aku luluh di kakinya, biar lebur rasa duka
biar aku basah di air matanya, biar lunas semua dosa
Ibu adalah orang yang ingin aku peluk
biar jiwanya hangat menyinari ruhku
sementara hatinya memberi lentera
karena itu aku bisa bertemu dengan-MU
[Gola Gong dalam novel PadaMU aku bersimpuh]
Dituliskan kembali oleh [di] untuk menyambut hari Ibu
5 Responses to “Ibunda”
By tri on May 11, 2004 | Reply
hal yang samapun aku rasakan saat2 ini. tapi sayang, semuanya terlambat. belum sempat aku memberikan apa2, belum sempat membalas kasih sayangnya, belum sempat aku meminta maaf atas kesalahanku,… ibuku telah dipanggilNya. Rasa sesalku rasanya tidak akan habis, seandainya waktu dapat berputar kembali, aku…tidak membutuhkan manusia lain kecuali ibuku.
By ananda rizki on Jul 9, 2004 | Reply
Sungguh…mulia Beliau di mataku. walaupun Beliau bukan yang sempurna tapi kerja kerasnya mendidik, menyayangi, mengasihi, menuntun anak2nya menjadi dewasa, rizki akui itu yang membuat rizki bertambah sayang dg Ibu. Walaupun aku sekarang sangat jauh dengan Ibu karena untuk menuntut ilmu tapi Ibu akan selalu rizki ingat dan tak pernah berhenti doaku mengalir untuk Ibu. Semoga 4JJI mengampuni dosa-dosa Beliau dan membimbing Ibu ke jalan yang menuju sampai ke sorga dan semoga kita sekeluarga berkumpul kelak di surga jika kita telah meninggalkan dunia ini.
By gola gng on Mar 12, 2005 | Reply
terima kasih sudah terinspirasi dari novel trilogi saya; pada-Mu aku bersimpuh. pada ibulah kita menemukan kedamaian. pada ibulah kita menemukan kebahagiaan. pada ibulah kita mendapatkan segalanya. salam.
gola gong
http://www.rumahdunia.net
By Intan Pusvitasari on Oct 27, 2007 | Reply
mba, aku baca puisinya malam2 gini, inget mami ku, sekarang aku ke kamar nya dulu ya, mo bobo bareng.
By Intan Pusvitasari on Oct 28, 2007 | Reply
There’s nothing more to say about my mommy, she’s everything..
makasih mba, puisinya ngingetin aku lagi bahwa SATU SATUNYA orang didunia ini yang menyayangi aku tanpa batas hanya beliau, yang bersedia mengorbankan apapun demi kebahagiaan aku. Sayang sekali, sampai saat ini aku belum bisa membalas jasanya bahkan tidak akan pernah bisa.