Oh sahabat, apalah artinya?
Sahabat adalah salah satu anugerah dari Allah yang sangat berharga.
Dengan kehadiran mereka, saya bisa terus belajar, meluaskan perspektif saya, melatih empati saya. Subhanallah.
Akhir-akhir ini saya sadar, ada satu lagi peran para sahabat yang sebelumnya tidak saya sadari. Ketika lontaran kata berasal dari rasa hati terikhlas, seringkali kata-kata yang mengalir antar sahabat tidak lagi terdengar seperti biasa… Seakan-akan, (esensi dari) kata-kata yang terluncur itu adalah teguran dan sapaan dariNya, langsung menyentuh hati saya, melalui perantaraan sang sahabat!
*****
Salah seorang sahabat saya memiliki karakter yang kuat.
Dia selalu penuh semangat, berkemauan keras, dan senantiasa berjuang untuk merealisasikan semua visinya.
Di saat-saat sulit, dia tidak mudah mengeluh.
Dia selalu berbuat yang terbaik, apa pun yang dia lakukan.
Sungguh, semangat saya begitu terpacu jika melihat etos kerjanya.
Dan di balik semua teladannya itu, dia masih menyisakan sepenggal nasehat yang begitu mengena di hati saya. Ketika semangat saya begitu menggebu, berjuang sekuat tenaga, maka seringkali saya justru terlupa apa niat awal saya. Hingga saya mudah kecewa jika hasil perjuangan saya tidak sesuai dengan ekspektasi saya.
Maka di saat yang tepat, penggalan kalimatnya menohok hati saya: “Berusaha sekuat tenaga. Tetap luruskan niat, semua karena Allah. Allah tidak pernah mengecewakan orang yang berjuang atas niat karena Allah.”
Astaghfirullah…
… jika niat ini bukan demiNya, lantas apalah artinya?
*****
Teguran lain juga saya rasakan, di kesempatan lainnya.
Ketika baru-baru ini saya merasa sedih, rasanya sulit sekali untuk berpikir positif. Seakan-akan Sang Maha Kuasa begitu pilih-kasih, terlalu memanjakan saya dan justru melupakan orang-orang di sekitar saya. Seakan-akan semua yang terjadi pada orang-orang yang saya sayangi, bukanlah hal yang adil sama sekali.
Di saat saya merasa gelisah dan sulit untuk bersyukur seperti itu, kata-kata seorang sahabat membuat saya sadar kembali: “…yang tau kamu pantasnya diberi imbalan gimana itu Allah. Kalau Dia ngasih kamu segitu, ya karena Dia memang merasa kamu pantas dapat segitu…”
Astaghfirullah…
… jika hati saya tidak bisa mensyukuri nikmat yang ditentukanNya, maka apalah artinya?
*****
Doa-doa yang ikhlas saya mohonkan untuk semua sahabat-sahabat saya, yang melalui perantaraan mereka Allah telah berkenan menyentuh hati saya.
Sahabat, semoga Allah selalu semakin menyayangi anda semua, dari hari ke hari. Karena tanpa ridhoNya, yah… apalah artinya?
4 Responses to “Oh sahabat, apalah artinya?”
By dela on Jul 29, 2005 | Reply
bersyukur sekali punya sahabat yang seperti itu. sahabat sejati tidak mudah dicari,dulu aku merasa punya sahabat tapi sekarang sahabat itu telah berubah dan aku tidak tau apa yg hrs aku lakukan???
By JIBON UNDERGROUND on Jan 14, 2008 | Reply
nasib ku same mcam ko….tpi ku trus pandang ke hadapan wlaupun ia susah untuk d telan……
By Springfield on Dec 18, 2008 | Reply
Sahabat sejati yang paling saya sayangi…dia selalu mengajarkan saya hal hal yang seharusnya saya tau itu.
Nasihat dan ucapan nya sangat menyentuh hati saya.
Baru kali ini saya mempunyai sahabat seperti itu..
SAHABAT SEJATI.
Terima kasih atas tuntunan-Mu yang kau berikan melalui sahabat.
VD, smoga kau slalu dalam perlindungan-Nya. Amin.
By wong dheso on Jan 1, 2009 | Reply
Sifat Sahabat saling ingat kebaikan dan mengajak kebaikan