Selamat dan Sukses, Rahasia Kehidupan
Alhamdulillah, setelah lama mencari, akhirnya Allah SWT membukakan rahasia kehidupan kepada hamba-Nya. Pada hakikatnya, yang dicari manusia dalam kehidupan hanya dua yaitu kedamaian (salim) dan kemenangan (falah).
Mungkin di mulut, manusia mencari kesenangan, kebebasan atau kekayaan. Namun mereka yang tiap hari bersenang-senang, banyak waktu luang atau berfoya-foya hanya menikmatinya dalam waktu relatif singkat. Tidak ada jaminan mereka mencapai kebahagiaan, bahkan banyak yang akhirnya putus asa karena hidup tak berarti lagi.
Kedamaian
Konon islam itu artinya berserah diri kepada Allah SWT. Namun bisa juga diartikan berdamai dengan Allah SWT, damai, nyaman, nikmat dan selamat. Seorang muslim adalah seorang yang hidupnya damai, tenang dan nikmat. Seorang muslim tidak stress atau punya kekhawatiran sedikitpun meskipun sedang dalam ancaman atau kesulitan hidup.
Kunci dari kedamaian adalah kembali ke fitrah, yaitu mempelajari kembali bagaimana menjadi manusia seperti pada asal penciptaannya. Kembali ke fitrah adalah kembali ke jalan yang lurus (1:6 shirathal mustaqim), yaitu kesetaraan manusia dalam tauhid (6:150), menikmati nilai-nilai keluarga (6:151), kemanusiaan (6:151), keadilan (6:152) dan kejujuran (6:152-153, shiratiy mustaqiman).
Hikmah pun sesuai dengan fitrah. Siapa sih yang tidak suka kepada orang yang hati-hati, rendah-hati (tawadhu), hemat dan baik hati (17:23-39, hikmah).
Makanan haram pun sesuai dengan fitrah. Siapa sih yang mau makan bangkai, darah, binatang yang jorok (6:145) dan sesajen (5:3)?
Berbeda agama pun sesuai dengan fitrah (5:69) asalkan percaya kepada hari pembalasan (karma) dan berbuat baik kepada sesama (dharma). Mukmin di ayat tersebut adalah mereka yang selain percaya kepada Allah SWT juga percaya kepada Nabi Muhammad dan Al-Quran. Sedangkan Yahudi, Nasrani dan Shabi’in meski percaya kepada Allah SWT, mereka tidak percaya kepada Nabi Muhammad dan Al-Quran sehingga tidak termasuk peringkat mukmin.
Manusia yang Sukses
Sebaik-baiknya manusia di mata Allah SWT tidak dilihat dari kekayaannya, keturunannya, jabatannya ataupun mahzabnya, melainkan dari ketakwaannya. Konon takwa itu takut kepada Allah, jadi kesannya dipaksa dari luar. Namun pada hakekatnya takwa itu muncul dari dalam lalu keluar hasilnya nyata. Jadi takwa itu bisa diartikan cinta kepada Allah dan sesama secara nyata (2:177).
Takwa adalah sebaik-baiknya pakaian (7:26) yang menutupi keburukan kita. Takwa adalah sebaik-baiknya bekal (2:197) kehidupan yang kekal.
Shalat adalah mendekatkan diri kepada Allah (20:14). Zakat mensucikan diri (9:103). Puasa mengontrol diri (2:187). Haji berbagi kebahagiaan kepada sesama (22:27-29). Namun mengingat Allah setiap saat (3:191) adalah pertahanan terbaik melawan syaithan (5:91).
Umat yang Sukses
Keluarga yang sukses, perusahaan yang sukses, warga yang sukses, bangsa yang sukses tidaklah turun dari langit tapi harus diperjuangkan bersama (13:11).
Ada beberapa prinsip umat yang sukses:
Pertama, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum tanpa partisipasi dan kerja keras kaum tersebut (13:11)
Kedua, keputusan publik yang terbaik adalah keputusan hasil musyawarah (42:36-38)
Ketiga, musyawarah yang terbaik adalah yang didukung orang-orang beriman dan orang-orang berilmu (58:11 utul’ilm) di bidangnya.
Keempat, keputusan yang diambil tidak boleh keluar dari batasan-batasan Allah (2:178, hudud)
Kelima, saling mengingatkan (3:110-112 amar ma’ruf nahi munkar)
Disarikan dari Booklet “Menikmati Hidup yang Lurus”
http://en.wikibooks.org/wiki/Straight_Way_of_Life
2 Responses to “Selamat dan Sukses, Rahasia Kehidupan”
By daram on Oct 20, 2005 | Reply
assamualikum
subhanaloh
artikelnya sangat bermakna sekali,,,sebagai pencerahan diri kita amin
alhamdulilah
maap klo ada artikel baru kirim ke email saya
terimakasih
By nina on Oct 29, 2005 | Reply
assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
alhamdulillah, artikel tersebut sangat menyentuh. Boleh ngga dikirim ke teman-teman?