Ar-Rahman

Written on February 9, 2006 – 9:04 pm | by S Cahyono |

Kebanyakan orang percaya bahwa Ar-Rahman berarti Maha Pengasih/Pemurah. Namun kalau diperhatikan penggunaannya dalam Al-Quran, sepertinya juga mengandung makna Maha Kuasa.

“Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Ar-Rahman, maka kamu menjadi kawan bagi setan”. (Maryam 19:45)

Kalau itu benar maka Ar-Rahman dan Ar-Rahim memiliki makna yang mirip dengan konsep Yin-Yang bagi yang suka nonton film kungfu mandarin. Yang menggambarkan kekuatan, sementara Yin menggambarkan kasih-sayang.

Dengan demikian seorang muslim amatlah beruntung, karena dia dilindungi dari segala ancaman oleh Yang Maha Kuasa. Namun di sisi lain dia tidak perlu khawatir akan kemarahan-Nya karena ampunan dan kasih sayang dari Yang Maha Pengasih.

Secara psikologis, ini sangat produktif. Setiap manusia butuh kepastian dan keadilan, namun di sisi lain manusia butuh kebebasan berkreasi dan ruang untuk sekali-kali berbuat salah. Tanpa kepastian manusia akan terus-menerus disiksa rasa takut akan lingkungannya. Tanpa ruang dan ampunan, manusia akan terus-menerus disiksa rasa takut akan Tuhannya.

Jika keduanya ada, barulah manusia dapat beraktifitas dengan sehat. Inilah yang membedakan Islam dari agama lainnya. Agama lain kalau tidak terlalu kaku dan penuh ketakutan, ya terlalu bebas dan kacau balau.

Perhatikan bahwa Ar-Rahman selalu berada di depan Ar-Rahim jika muncul bersamaan. Kita dapat menyimpulkan bahwa kaum mukminin haruslah kuat terlebih sebelum dapat menjadi rahmat bagi sekalian alam. Mengasihi sesama tidaklah cukup, jika kita tidak punya kekuatan untuk melakukannya. Dapat disaksikan pada ayat-ayat berikut:

Diucapkan sendirian tanpa Ar-Rahim
Ar-Ra’d 13:30 mengenai orang yang kafir kepada Ar-Rahman
Al-Israa’ 17:110 nama Allah dan Ar-Rahman dapat dipertukarkan
Maryam 19:18 Maryam berlindung kepada Ar-Rahman
19:26
19:44
19:45 Ibrahim kuatir akan kemurkaan Ar-Rahman kepada Ayahnya
19:58
19:61
19:69
19:75
19:78
19:85 Ar-Rahman menghalau orang-orang durhaka ke neraka Jahanam
19:87 Ar-Rahman tidak akan menolong mereka
19:88,91,92,93 Ar-Rahman menolak tuduhan mempunyai anak
19:96 Karena seluruh manusia adalah hamba Ar-Rahman
20:5 Ar-Rahman menurunkan Al-Qur’an, memberi peringatan, menciptakan bumi dan langit, bersemayam di Arasy (kekuasaan), menguasai segala sesuatu, mengetahui semuanya, tiada tuhan selain Dia.
20:90
20:108 Di hari kiamat, seluruh manusia hening kepada Ar-Rahman
20:109 Tidak ada pertolongan selain dari Ar-Rahman. Ar-Rahman mengetahui semua perbuatan mereka dan mereka tuntuk kepada-Nya
21:26 Ar-Rahman menolak tuduhan mempunyai anak
21:36
21:42
21:112
25:26 Ar-Rahman menguasai hari Kiamat
25:59 Definisi Ar-Rahman
25:60 Orang-orang tidak mengerti apa itu Ar-Rahman
25:63
26:5 Ar-Rahman memberi peringatan
36:11 Ar-Rahman menghidupkan orang mati dan mencatat amal perbuatan
36:15
36:23
36:52
43:17 Ar-Rahman membantah beberapa tuduhan
43:19
43:20
43:33
43:36
43:45
43:81
50:33 hamba yang takut kepada Ar-Rahman
55:1 Ar-Rahman mengajarkan Al-Quran, menciptakan manusia dan alam semesta
67:3 Ar-Rahman menciptakan langit berlapis-lapis dan seimbang
67:19
67:20
67:29
78:37 Ar-Rahman menciptakan langit dan bumi
78:38

Diucapkan bersama Ar-Rahim
1:1,3
2:163
41:2
59:22
27:30

Sumber:
* Al-Kitab dan Al-Quran (dalam bahasa Arab), Dr. Muhammad Syahrur,
* Piagam Raja Abraha yang menyebutkan Ar-Rahman dan Al-Masih sebelum Al-Quran diturunkan.

  1. One Response to “Ar-Rahman”

  2. By hamba Allah on Nov 27, 2008 | Reply

    Ar Rahman dan Ar Rohiim adalah 2 kata yg musytaq/ isim musytaq yaitu, isim atau kt benda yang berasal dri gubahn bentuk fi’il nya atau kata kerja. kedua kata tersebut adalah bentuk mubalagho h dari kata Rohmah. akan tetapi kata Ar-Rohman lebih dekat dgn Rohmah. dalam beberapa penafsiran thd kata keduanya memiliki perbedaan.Ar-Rohman yg merupakan sifat pengasih Allah yg meliputi seluruh makhluqnya tanpa trkecuali,beda halnya dengan Ar-Rohim merupakan sifat penyayang Allah yg hanya diperuntukkan bg mereka yg beriman ketika menjalani proses pengadilan Allah kelak agr dimudahkn masuk Jannatun Na’im.begitu pula bagi kaum mulimin yg terpaksa menjumpai adzab-Nya di Jahannam, akn dimasukkan pula ke surganya setelah proses pensucian dari dosa & maksiat. dalam sebuah kaidah tafsir jika sebuah kata dalam sebuah ayat tidak memiliki dilalah (kaitan) pada sebuah makna yg baru berdasarkan penjelasan syara’ maka dikembalikan kepada makna lughowiyah yg ada.namun sebaliknya sebuah kata yg dituju adalah makna secara istilah maka tidak dibawa kedalam bentuk lughowiyyah melainkan setelah terdapat qoronah dari nash yg shorih.wallahu a’lam bish showab

Post a Comment

Tentang Kami

Keluarga Muslim Delft adalah wadah kegiatan kemasyarakatan ummat muslim Indonesia di Delft yang bertujuan menggairahkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam mengharapkan ridla Allah Subhanahuu Wata’ala.

Ingin Berlangganan?

 Subscribe in a reader
Cari :