Cinta Lelaki Mulia
eramuslim - Di Thaif, lelaki mulia itu terluka. Zaid bin Haritsah yang mendampinginya pun ikut berdarah ketika berusaha memberikan perlindungan. Penduduk negeri itu melemparinya dengan batu. Padahal, ajakannya adalah ajakan tauhid. Seruannya adalah seruan untuk mengesakan Allah. “Agar Allah diesakan dan tidak disekutukan dengan apapun.” Namun, Bani Tsaqif malah memusuhinya. Pejabat negeri itu menghasut khalayak ramai untuk menyambutnya dengan cercaan dan timpukan batu.
Meski diperlakukan sedemikian kasar, Rasulullah tetap pemaaf. Kecintaannya kepada umat mengobati derita yang dialaminya. Beliau menolak tawaran Jibril yang siap mengazab penduduk Thaif dengan himpitan gunung. Sebaliknya, ia mendoakan kebaikan bagi kaum yang mencemoohnya itu,
5 Responses to “Cinta Lelaki Mulia”
By tri on May 10, 2004 | Reply
mas oki, sering2 nulis tentang rasulullah ya atau apa ajalah tentang rasullullah agar kita semua selau ingat akan perjuangannya yg telah membawa kita kedalam cahaya yg terang benderang ini. itu lebih baik dari pada nulis cerita2 cinta manusia kepada yg bukan mahramnya. afwan. terus berdakwah dijalan Allah dengan memakai sandaran ilmu yg diajarkan rasulluah.
By dEnA on May 11, 2004 | Reply
indah…
By Nazyfa on Nov 26, 2005 | Reply
Ya Allah… Cintakanlah kami padanya selalu, tanamkanlah cinta kami pada-Nya melebihi pada apapun setelahMu.
Ya Rasul… Tetap hiduplah di hati kami agar kami terus dapat bersinar mengikuti jalanmu yang penuh cahaya
Amin ya Robbal ‘Alamin…
By muhammad muhtadi on Dec 10, 2005 | Reply
wahai rasul kekasih allah seandainya engkau masih hidup pada saat ini ,maka pastilah islam tidak seperti saat ini .
By sri on Jun 14, 2006 | Reply
Perjuangan untuk mencapai puncak gunung itu berat dan sulit, di atas sanalah kita bisa melihat cakrawala yang luas dan indah.
Makin tinggi makin berat dan makin luas jangkauan yng dapat dipandang.
Keindahan itu berbanding lurus dengan perjuangan dalam menghadapi kesulitan.