Archive for the ‘Sejarah Islam’ Category

Para Santri dan Sejarah Cirebon yang Terpinggirkan

Saturday, June 4th, 2005 |

Bismilahirrahmanirrahim Walhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa’ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba’du…

Oleh SUMBADI SASTRA ALAM

Cirebon dulu hanyalah sebuah pedukuhan kecil bagian dari sebuah negeri besar Pakuan Pajajaran yang memiliki pelabuhan laut yang terletak di kaki Gunung Sembung dan Amparan Jati, sementara daerah lainnya masih berupa hutan belukar. Naskah kuno berjudul Carita Purwaka Caruban Nagari karya Pangeran Arya Carbon yang ditulis tahun 1702 Masehi mengisahkan bahwa Dukuh Pasambangan pada tahun 1482, masih menjadi daerah kekuasaan Pakuan Pajajaran dengan raja yang berkuasa Prabu Siliwangi.

(more…)

Solusi Kitab Kuning di Zaman Trikora

Monday, April 25th, 2005 |

Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa’ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba’du…

oleh: KH. Khariri Makmun*

Kitab klasik yang dipelajari di pesantren di Indonesia merupakan khazanah keilmuan Islam yang harus dilestarikan. Kitab klasik ini dalam istilah pesantren sering disebut kitab kuning. Pesantren sangat
menghormati dan menghargai kitab kuning karena kitab klasik ini merupakan karya agung para ulama sholeh sejak dari periode tabi’in.

(more…)

Majelis Taklim Habib Kwitang

Tuesday, March 29th, 2005 |

Bismilahirrahmanirrahim Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa’ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba’du…

Jika Anda berkunjung ke Kelurahan Kwitang, Jakarta Pusat, setiap Ahad pukul 06.00 hingga 10.00 pagi, niscaya akan menemukan kerumunan orang. Jumlahnya bertambah lebih dari dua kali biasanya. Kwitang, salah satu kampung tua di Jakarta, dalam waktu-waktu itu biasa didatangi para jamaah dari Jabotabek. Mereka umumnya berasal dari Mampang, Buncit, Kemang, Ragunan, Pedurenan, Kebayoran Lama, Depok, Bojonggede, dan sekitarnya.
(more…)

Ketika Murid Ingin Ditangkap Bersama Gurunya

Sunday, March 13th, 2005 |

Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa’ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba’du…

Sebagai organisasi yang memperjuangkan kemakmuran masyarakat, baik dari segi rohaniah maupun jasmaniah rakyat, maka pada masa penjajahan, NU terpaksa harus menghadapi situasi pelik dalam membela rakyat, tidak jarang mereka harus bentrok dengan penjajah, bahkan pernah pemimpin
tertingginya dijebloskan ke penjara, tetapi dengan sigap kepemimpinan diambil yang lain. Pemimpin NU pada masa itu memang tidak hanya punya nyali, tetapi sekaligus dituntut memiliki kemampuan politik yang memadai.
(more…)

Suatu Saat di Awal Kemerdekaan RI

Sunday, March 13th, 2005 |

Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa’ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba’du…

Pada awal kemerdekaan persoalan pilihan ideologi negara menjadi sangat serius. Karena itu sering menimbulkan perdebatan berkepanjangan. Bahkan salah satu acara yang termasuk berat dan memakan waktu berminggu-minggu dibahas dalam DPA (Dewan Pertimbangan Agung, red.) ialah masalah Sosialisme Indonesia.
(more…)

Memperdebatkan Hukum Barang Jarahan di Zaman Jepang

Sunday, March 13th, 2005 |

Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa’ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba’du…

Berbeda dengan sekarang ini barang jarahan sudah jelas diharamkan, tetapi pada masa penjajahan hal itu diperdebatkan, karena memang barang
milik pemerintah itu apakah Belanda maupun Jepang adalah harta rakyat yang dijarah, baik langsung melalui tangan pemerinatah maupun kaki tangannya, melalui perdagangan yang eksploitatif.
(more…)

Perdebatan Ulama NU - Muso (tokoh PKI)

Sunday, March 13th, 2005 |

Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa’ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba’du…

Tiba-tiba saja Muso muncul di Yogyakarta pada tanggal 12 Agustus 1948 di tengah-tengah massa FDR. Ia rebut pimpinan FDR dari tangan Mr. Amir Syarifuddin dengan lagak Julius Caesar tatkala menendang Portus di dekat Zela sambil menepuk dada: Vini, Vidi, Vici - saya datang, saya lihat dan saya menang. Sejak itu FDR dilebur hanya sebagai PKI, Partai Komunis Idonesia, langsung dipimpin oleh Muso yang didampingi Mr. Amir Syarifuddin, Maruto Darusma, Tan Ling Djie, Abdulmajid dan Setiadjit. Alimin, tokoh kawakan PKI di-”kotak”-kan sebagai tokoh yang gagal. Sebagai kita ketahui, Alimin, Semaun, Darsono dan Muso adalah tokoh-tokoh PKI satu angkatan yang menjadi arsitek pemberontakan pada tahun 1926. Konon Muso diselamatkan oleh Van Der Plas ke luar negeri.
(more…)

Tentang Kami

Keluarga Muslim Delft adalah wadah kegiatan kemasyarakatan ummat muslim Indonesia di Delft yang bertujuan menggairahkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam mengharapkan ridla Allah Subhanahuu Wata’ala.

Ingin Berlangganan?

 Subscribe in a reader
Cari :