Kisah Intelektual Nasr Hamid Abu Zayd
Tuesday, June 28th, 2005 |Oleh: Syamsuddin Arief
Penyelenggaranya, Jaringan Islam Liberal (JIL) dan International Center for Islam and Pluralism (ICIP), menghadirkan Nasr Hamid Abu Zayd sebagai pembicara utama. Acara tersebut dilaporkan oleh media masa seperti Suara Merdeka, Media Indonesia, dan lain-lain. Mungkin banyak yang mengira gema pemikiran Abu Zayd terbatas dilingkungan cendekiawan dan mahasiswa yang menekuni studi Islam. Padahal, tidak sedikit kaum terpelajar lain yang diam-diam menaruh minat dan mengamati perkembangan kajian pemikiran Islam di tanah air maupun di luar negeri. Misalnya Nasir (bukan nama sebenarnya), dosen teknik mesin yang kini sedang menyelesaikan program doktornya di RWTH Aachen, dan Sumitro (juga nama samaran), mahasiswa pascasarjana di universitas Dortmund, Jerman. Mereka resah, setelah membaca artikel tentang Abu Zayd dan pikiran-pikirannya. Mereka ingin dapat jawaban segera, bagaimana, mengapa, apa maunya Abu Zayd dengan gagasan-gagasannya itu. Mereka meminta saya untuk memberikan tanggapan atas apa yang mereka baca di media masa.
(more…)