Archive for the ‘Mengenang Delft dari Bandung’ Category
Saturday, June 12th, 2004 |
Sekedar mengobati rindu para pengamat politik Indonesia yang berada di Delft (Aula club etc), saya ingin berikan selayang pandang hiru birunya kampanye pemilihan presiden negara kita tercinta.
Walaupun banyak kawan yang bilang bahwa pemerintahan negara kita tanpa presidenpun akan tetap berjalan (Farid ooh Farid)………………
(more…)
Posted in Mengenang Delft dari Bandung | 2 Comments »
Wednesday, March 24th, 2004 |
Kursi rotan yang di ekspor ke belanda adalah kursi rotan yang sudah dipilih kualitasnya. Kalaupun ada, hanya ada sedikit cacat yang mungkin kita temui. Ketika kita berniat membeli kursi rotan, kita tak perlu memilah kursi rotan kita karena takut mendapat rotan kualitas rendah………… Kalimat-kalimat tadi adalah analogi saya yang menggambarkan teman-teman yang dikirim ke Belanda (baca Delft). Rasanya ketika dulu di Delft saya tak harus memilih dan memilah teman (muslim) Indonesia. Semua “Inlander” yang ada adalah teman saya.
Tetapi……………….
(more…)
Posted in Mengenang Delft dari Bandung | No Comments »
Tuesday, March 9th, 2004 |
Minggu lalu saya harus berkunjung ke sebuah instansi di sebuah kota untuk bertemu beberapa kawan. Disana kami harus berembuk merencanakan sebuah proposal penelitian baru. Saatnya saya harus kembali ke Bandung tiba tiba salah seorang kawan saya berkata, “P. Agus tolong ke kantor TU dulu”������.. (TU = Tata Usaha lho bukan Technische Universiteit). Dan dapatlah saya bekal untuk pulang ke Bandung.
(more…)
Posted in Mengenang Delft dari Bandung | 5 Comments »
Monday, February 16th, 2004 |
Ketika Ami bin Admin meminta saya menulis kolom mengenang Delft dari Bandung, waktu itu saya optimis bahwa saya bisa menuliskannya dengan kata-kata indah bernilai sastra tinggi. Rasa optimisme itu muncul mengingat “manisnya” kenangan tinggal di Delft selama 10% dari usia hidup saya sekarang.
(more…)
Posted in Mengenang Delft dari Bandung | 6 Comments »