Kujelang Fajar
Thursday, June 23rd, 2005 |Fajar merekah,
sembari diam
dan tersipu malu.
(more…)
Keluarga Muslim Delft
Fajar merekah,
sembari diam
dan tersipu malu.
(more…)
Tanya hati tak dapat diungkap,
rasa hati tak dapat diucap,
biar saja terperangkap,
dalam diam pertanda bijak.
[di]
sebait saja
5 juli 2004
Pagi datang,
sebelum siang
mentari menang
bulan menghilang.
(more…)
Tuhanku
jika tak tulus jiwaku
halangilah segala hasratku untuk pandai
dan mengerti kenyataan ini,
namun jika Kau lihat cukup ketulusanku
anugerahkan setetes ayat Mu
agar menjadi tindakanku.
(more…)
Kiasan apa yg mesti kugenggam
kala tanya itu kembali menghujam
mestikah kugambarkan dalamnya diam
hingga rasa ini seolah merindu dendam
(more…)
Salju menderas
seolah tengah bergegas
berlomba dan berpacu
demi sebuah kiasan kalbu
(more…)
Manakala tergugah dari mimpi,
biarkanlah kubuka mata ini lebar-lebar,
hingga terungkaplah apa yang tak pernah terungkap.
(more…)
Tak usah lagi resah itu diendapkan dalam dada,
bukankah angin telah berubah arah?
(more…)
Kan kupuisikan Delft
dalam rangkaian kata
(more…)