Archive for the ‘Mempuisikan Delft’ Category

Kujelang Fajar

Thursday, June 23rd, 2005 |

Fajar merekah,
sembari diam
dan tersipu malu.
(more…)

Diam

Monday, July 12th, 2004 |

Tanya hati tak dapat diungkap,
rasa hati tak dapat diucap,
biar saja terperangkap,
dalam diam pertanda bijak.

[di]
sebait saja
5 juli 2004

Secangkir Teh dan Senyuman

Tuesday, April 27th, 2004 |

Pagi datang,
sebelum siang
mentari menang
bulan menghilang.
(more…)

Jika tak tulus jiwaku

Saturday, January 24th, 2004 |

Tuhanku
jika tak tulus jiwaku
halangilah segala hasratku untuk pandai
dan mengerti kenyataan ini,
namun jika Kau lihat cukup ketulusanku
anugerahkan setetes ayat Mu
agar menjadi tindakanku.
(more…)

Hingga Haqqul Yakin dalam dekapan

Wednesday, December 24th, 2003 |

Kiasan apa yg mesti kugenggam
kala tanya itu kembali menghujam
mestikah kugambarkan dalamnya diam
hingga rasa ini seolah merindu dendam
(more…)

Bersama salju yang menderas..

Monday, December 22nd, 2003 |

Salju menderas
seolah tengah bergegas
berlomba dan berpacu
demi sebuah kiasan kalbu
(more…)

KAU-lah Nyata bagiku

Sunday, December 21st, 2003 |

Manakala tergugah dari mimpi,
biarkanlah kubuka mata ini lebar-lebar,
hingga terungkaplah apa yang tak pernah terungkap.
(more…)

Dalam Jutaan Warna

Friday, December 19th, 2003 |

Tak usah lagi resah itu diendapkan dalam dada,
bukankah angin telah berubah arah?
(more…)

Mempuisikan Delft

Friday, December 19th, 2003 |

Kan kupuisikan Delft
dalam rangkaian kata
(more…)

Ibunda

Friday, December 19th, 2003 |

Ibu adalah orang yang ingin aku sujudi
biar aku luluh di kakinya, biar lebur rasa duka
biar aku basah di air matanya, biar lunas semua dosa

(more…)

Tentang Kami

Keluarga Muslim Delft adalah wadah kegiatan kemasyarakatan ummat muslim Indonesia di Delft yang bertujuan menggairahkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam mengharapkan ridla Allah Subhanahuu Wata’ala.

Ingin Berlangganan?

 Subscribe in a reader
Cari :