Archive for the ‘Melawan Angin’ Category

Tak Kenal Tak Sayang

Friday, April 2nd, 2004 |

Satu setengah tahun yang lalu, ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di negeri Belanda, tidak ada satu orang pun yang saya kenal kecuali beberapa rekan yang berangkat dengan pesawat yang sama. Beberapa hari kemudian mulai timbul rasa kangen kepada keluarga di tanah air. Sedikitnya jumlah orang yang saya kenal ketika itu membuat saya kesepian. Ingin rasanya berkumpul dengan keluarga dan teman teman untuk sekedar berbincang dan bermain.
(more…)

Membuat Pilihan

Sunday, February 22nd, 2004 |

Tanpa disadari, sebetulnya hidup ini selalu diisi dengan membuat pilihan-pilihan.
(more…)

Niat

Friday, February 13th, 2004 |

Beberapa hari terakhir ini saya membaca buku yang membahas tentang niat dan sikap ikhlas. Alhamdulillah, buku tersebut saya peroleh dari seorang teman yang ikhlas untuk meminjamkan buku tersebut ;) Sebelum membaca buku tersebut, saya mencanangkan “niat” bahwa saya akan membaca buku tersebut hingga selesai.
(more…)

Tahun Baru a la Korve

Friday, January 2nd, 2004 |

Malam Tahun Baru di Belanda.
Apa yang terlintas di pikiran, jika anda mendengar sepotong kalimat di atas? Kembang api? Atau kue oliebollen?
(more…)

Waktu itu…

Tuesday, December 30th, 2003 |

Waktu adalah uang, kata sebagian orang.
Sementara yang lainnya berandai, waktu itu bagaikan pedang.

Sejatinya, waktu itu adalah amanah.
Yang harus diatur, dipergunakan, dan pada akhirnya juga dipertanggungjawabkan.
(more…)

Hari demi hari

Sunday, December 28th, 2003 |

Waktu terus berjalan tanpa henti. Hari-hari berlalu dengan cepat. Tak terasa, satu setengah tahun telah berlalu di kota Delft tercinta. Musim datang silih berganti, sama halnya dengan orang-orang yang saya kenal yang juga datang bergantian. Teman yang sudah selesai menempuh studi hampir semuanya pulang kembali ke “kampungnya” masing-masing di Indonesia. Sebagai “gantinya”, mahasiswa/i baru berdatangan.
(more…)

Jauh dekat Rp. 700

Sunday, December 21st, 2003 |

Pada suatu pagi yang mendung di bulan Desember, saya menyalakan komputer. Setelah beberapa saat, muncullah daftar hal-hal yang perlu saya tindak lanjuti, misalnya membalas e-mail, mengumpulkan tugas, mengirim surat di kantor pos dan menyelesaikan artikel untuk MUSLIMdelft.
Rasanya ingin sekali menghubungi keluarga dan teman-teman yang berada di Indonesia, namun seringkali itu hanya sebatas keinginan yang tak terlaksanakan. Banyak hal yang mungkin bisa diceritakan, tapi rasanya sulit untuk dituangkan dalam bentuk surat, e-mail ataupun percakapan melalui telepon.
(more…)

Oh sahabat, apalah artinya?

Friday, December 19th, 2003 |

Sahabat adalah salah satu anugerah dari Allah yang sangat berharga.
Dengan kehadiran mereka, saya bisa terus belajar, meluaskan perspektif saya, melatih empati saya. Subhanallah.
(more…)

Angin … oh … angin

Monday, December 15th, 2003 |

Selama beberapa hari terakhir angin bertiup lumayan kencang. Dedaunan beterbangan, pohon nan besar dan tinggi melambai-lambai, bahkan sepeda yang diparkir di stasiun Delft centraal berjatuhan. Penulis tinggal di tempat yang cukup jauh, sekitar 15 menit, dari kampus TU Delft. Setiap hari penulis pulang pergi ke kampus dengan menaiki sepeda. Jalan yang harus ditempuh cukup berat dengan adanya tanjakan, apalagi ditambah dengan tiupan angin yang bisa dibilang tidak sepoi-sepoi.

Entah bagaimana, kemanapun penulis menaiki sepeda, angin selalu bertiup berlawanan arah dengan arah perginya penulis. Dengan kata lain, angin selalu bertiup dari arah depan, sehingga menghambat laju sepeda. Jarang sekali angin bertiup dari arah belakang dan menyebabkan laju sepeda bertambah kencang.
(more…)

Tanpa Judul

Sunday, December 14th, 2003 |

Tanpa sebab yang jelas, sore ini saya ingin menulis. Menulis tentang hal-hal sederhana yang baru saja mampir di otak saya, yang singgah untuk menyapa hati saya.

*****

Mesjid Salman, Bandung, beberapa tahun yang lalu.

Mentoring mingguan, kuliah Agama Islam.
Ramai-ramai duduk bersila, di salah satu pojok mesjid. Seperti minggu-minggu sebelumnya, kang Mentor terus mencoba mencerahkan kami semua. (Subhanallah, semoga Allah membalas niat dan amal baiknya!) Sementara hawa mesjid yang sejuk, plus lelahnya badan setelah praktikum, justru membuat kantuk jadi makin terasa.
(more…)

Tentang Kami

Keluarga Muslim Delft adalah wadah kegiatan kemasyarakatan ummat muslim Indonesia di Delft yang bertujuan menggairahkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam mengharapkan ridla Allah Subhanahuu Wata’ala.

Ingin Berlangganan?

 Subscribe in a reader
Cari :