Archive for the ‘Lamunan Bang Zul’ Category

Mencari Guru

Thursday, April 13th, 2006 |

Saya mengagumi Salman Al Farisi. Tentu kita tahu bagaimana saran beliau kepada Rasulullah SAW untuk menggali parit dalam perang Khandaq. Beliau mengimplementasikan bagaimana sains dan teknologi itu bisa digunakan dalam kehidupan, lebih khusus dalam berperang. Akan tetapi, sebetulnya bukan karena itu saja saya mengagumi beliau. Saya amat sangat kagum kepada beliau akan kegigihan beliau dalam mencari guru. Seorang guru yang dapat menunjukan kebenaran yang hakiki.
(more…)

Hari Baru

Wednesday, December 28th, 2005 |

Hening dan gelapnya malam tidak bertahan selamanya. Keadaan itu berangsur-angsur akan berubah. Jika tiba waktunya, sinar matahari pagi akan mulai menyeruak dan memberi cahaya atas kegelapan yang malam bawa. Pagi hari, terdengar suara kokok ayam. Kita pun bangun. Sudah sepatutnyalah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Allah telah memberi kita hari baru. Suatu hari dimana kita dapat mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan. Hari dimana kita dapat beraktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing. Hari dimana harapan bisa tercapai dengan bekal ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakkal kepada Allah.
(more…)

Musim Kawin

Monday, December 5th, 2005 |

Delft, peralihan musim gugur ke musim dingin. Kalau melihat perhitungan bulan seharusnya sekarang sudah musim dingin. Akan tetapi belum terasa musim dingin tanpa adanya salju. Walaupun begitu udara terasa dingin dan begitu menusuk terutama di pagi dan malam hari. Hawa dingin seperti ini membuat badan terasa enggan untuk pergi kemana-mana. Apalagi jika memang tidak begitu penting, ingin rasanya terus dibawah selimut dan kehangatan verwarming yang kadang kala menyala kadang kala tidak. Saya rasa disinilah peran teman dalam menghangatkan suasana bisa melenyapkan dinginnya udara.
(more…)

American Football - 2

Saturday, November 12th, 2005 |

Sebetulnya membuat tulisan bersambung itu bukan tipikal saya. Jadi mungkin saya cukupkan sampai dua seri sajalah lamunan saya ini. Toh, tidak banyak juga yang membaca. Kalau di tulisan pertama kita sudah lihat bagaimana tiap-tiap pemain memiliki perannya masing-masing di tim, dan bagaimana pentingnya komunikasi antara peran yang berbeda itu. Hal lain yang saya lamuni adalah olahraga yang sangat rentan dengan kontak fisik ini, justru hampir jarang ditemui terjadi perkelahian di lapangan (tolong dikoreksi kalau salah?). Apa hal ini karena para pemain sudah sangat tahu bahwa sebetulnya separah apapun kontak fisik, tetap sportifitas tetap harus dijunjung? Yah, bisa jadi.
(more…)

American Football - 1

Saturday, November 5th, 2005 |

Jangan salah sangka dulu, saya bukannya mau mengagung-agungkan keberadaan salah satu negara adi kuasa yang bercokol di Amerika Utara. Yah, kalau ada pelajaran yang baik bisa diambil, mengapa tidak dijadikan bahan pembelajaran. Kebetulan di Delft sekarang dapat siaran televisi American Football. Di samping asyiknya melihat pertandingan itu sendiri, saya mencoba melihat analogi-analogi yang bisa kita ambil dari olahraga paling populer di Amerika ini dengan kehidupan kita sehari-hari.
(more…)

Moskee Kecil Kami

Friday, March 25th, 2005 |

Saya masih ingat ketika hendak berangkat ke Delft, saya tulis pada catatan saya sebuah nomor. Nomor 209, demikian masih ada di agenda saya sampai sekarang. Apakah itu nomor penerbangan? Apakah itu nomor rumah yang akan saya tempati nanti? Bukan. Nomor itu saya dapat dari website ini (muslimdelft.nl). Nomor tersebut adalah nomor ruangan yang digunakan sebagai musholla di gedung EWI –Elektrotechniek, Wiskunde en Informatica.
(more…)

Tentang Kami

Keluarga Muslim Delft adalah wadah kegiatan kemasyarakatan ummat muslim Indonesia di Delft yang bertujuan menggairahkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam mengharapkan ridla Allah Subhanahuu Wata’ala.

Ingin Berlangganan?

 Subscribe in a reader
Cari :