Friday, August 11th, 2006
A’uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Walhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala aalihi
wasahbihi wa man tabi’ahum bi-ihsanin ilaa yaumiddin
PENGANTAR BAGIAN 6
Setelah di bagian ke-5 serial tulisan ini, kita mulai melihat bagaimana para sahabat juga bertabarruk tidak hanya secara langsung dengan tubuh atau anggota tubuh Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, tetapi juga dengan barang-barang yang terkait dengan beliau sallAllahu ‘alayhi wasallam, seperti dengan tongkat, atau jubah milik beliau. Nah, di antara barang-barang pribadi milik Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam ini ada satu yang memiliki tempat cukup istimewa di kalangan ummat Islam, khususnya para Ulama’ dan Awliya’-nya. Barang tersebut adalah sandal Nabi, berikut jejak tapak kaki sayyidina Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam. Pada bagian ke-6 serial tulisan Tabarruk ini, insya Allah, akan kita saksikan dan renungkan bersama, bagaimana kecintaan para Sahabat, kecintaan para Ulama’ dan Awliya’ pada Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam, bahkan hingga sandal beliau pun, mereka tempatkan pada posisi terhormat dalam hati dan jiwa mereka.
(more…)
Posted in Adab dan Akhlaq | Comments Off
Friday, August 11th, 2006
A’uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Walhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala aalihi
wasahbihi wa man tabi’ahum bi-ihsanin ilaa yaumiddin
PENGANTAR BAGIAN 5
Setelah pada bagian sebelumnya, kita melihat bagaimana para sahabat bertabarruk dengan tubuh, maupun anggota badan Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam, pada bagian ini, dan juga insya Allah pada bagian berikutnya, kita akan melihat teladan para sahabat dalam menghormati, mencintai dan bertabarruk pada beliau sallAllahu ‘alayhi wasallam melalui barang-barang yang dimiliki oleh Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Barang-barang ini antara lain misalnya, gelas/cangkir milik Nabi, Jubbah Nabi, baju Nabi, Mimbar Nabi, tongkat Nabi, bahkan hingga sandal/sepatu milik Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Tak heran, kalau kemudian kita membaca kisah tabarruk antara Hadratus Syaikh Kyai Haji Hasyim Asy’ari dan guru beliau Syaikhuna Kholil Bangkalan, ketika berlomba memasangkan sepatu kepada yang dianggap sebagai gurunya (lihat tulisan ini bagian ke-2). Rupanya, praktik adab atau tabarruk seperti ini memiliki presedennya sejak zaman Nabi. Demikian pula sering kita jumpai di dunia pesantren atau zawiyyah milik seorang ‘Aalim/Waliyyullah, bagaimana para santri dan murid saling berebut untuk bisa menghabiskan kopi atau teh dari cangkir miliki gurunya. Lagi-lagi, ini bukanlah hal yang baru, melainkan diteladani dari praktik para sahabat dalam bertabarruk pada guru mereka, Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam.
Baiklah, untuk menyingkat waktu membaca para pembaca yang budiman, kita langsung teliti satu persatu praktik tabarruk para sahabat lewat barang-barang milik Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam.
(more…)
Posted in Adab dan Akhlaq | No Comments »