Archive for July, 2006
Thursday, July 20th, 2006
A’uudzu billahi minasy syaithanir rajiim
Bismillahir Rahmanir Rahiim
Kira-kira dua setengah tahun lebih yang lalu, puisi di bawah, saya hadiahkan pada seorang teman yang ketika itu hendak melangsungkan pernikahannya. Kebetulan karena pernikahan teman tersebut berlangsung ribuan kilometer dari tempat saya berada sekarang, hanya beberapa bait ini sajalah yang bisa saya persembahkan untuk melukiskan keagungan cinta yang hendak mereka ukir lewat pintu gerbang kehidupan yang bernama ‘nikah’. Dan kini, saya persembahkan kembali puisi tersebut untuk dua sahabat saya yang dalam liburan musim panas 2006 ini, telah dan akan melangsungkan pernikahan mereka dengan kekasih idaman mereka masing-masing.
(more…)
Posted in Nyanyian Hati | 2 Comments »
Sunday, July 16th, 2006
A’uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Walhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala aalihi
wasahbihi wa man tabi’ahum bi-ihsanin ilaa yaumiddin
PENGANTAR BAGIAN 4
Di bagian ke-3 telah kita bahas, bagaimana para sahabat bertabarruk dengan rambut Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, dengan kuku Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, dengan keringat beliau sallAllahu ‘alayhi wasallam, dan dengan air ludah serta air bekas wudhu’ beliau sallAllahu ‘alayhi wasallam. Masih terkait dengan bagian ke-3, pada tulisan bagian ke-4 tentang adab hormat dan tabarruk ini, kita akan melihat bagaimana rasa hormat dan cinta para sahabat ditunjukkan pula dengan mencium tangan, dan kaki Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam, serta kulit badan beliau sallAllahu ‘alayhi wasallam. Hal inilah yang selama lebih dari 1400 tahun ini, banyak diteladani oleh segenap ummat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, khususnya bagi para murid/santri dalam menuntut ilmu dan hikmah pada para guru/ulama/syaikh-mereka.
(more…)
Posted in Adab dan Akhlaq | 3 Comments »
Sunday, July 16th, 2006
A’uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Walhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala aalihi
wasahbihi wa man tabi’ahum bi-ihsanin ilaa yaumiddin
PENGANTAR BAGIAN 3
Pada bagian pertama, telah dibahas pentingnya memberikan penghormatan pada mereka yang dimuliakan Allah Taála, dan kemudian di bagian kedua, telah pula diulas latar belakang dan hikmah perlunya adab penghormatan kepada mereka ini sebagai jalan/asbab anugerah Allah berupa hikmah, hidayah, dan taufiq.
Pada bagian ke-3 ini, insya Allah,kita akan mencoba mulai melihat praktik-praktik adab hormat pada ulama/awliya’serta praktik tabarruk, sebagai manifestasi hormat dan cinta pada mereka yang dicintai Allah SWT, serta sebagai sarana memohon pada Allah Ta’ala dengan kecintaan mereka pada-Nya, dan kecintaan-Nya pada mereka. Dan tentu saja, tak ada contoh yang lebih baik, yang lebih kuat, melainkan dari apa yang dipraktikkan para Sahabat radiyyAllahu ‘anhum dalam bertabarruk pada Nabi kita, Nabi Besar Muhammad sall-Allahu álayhi wasallam.
Sebagian besar contoh-contoh ini diambil dari hasil riset/studi guru kami, Mawlana Syaikh Muhammad Hisham Qabbani dan Syaikh G.F. Haddad.
(more…)
Posted in Adab dan Akhlaq | No Comments »
Monday, July 10th, 2006
A’uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Walhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala aalihi
wasahbihi wa man tabi’ahum bi-ihsanin ilaa yaumiddin
PENGANTAR BAGIAN 2
Pada bagian pertama, telah dijelaskan secara singkat bagaimana adab hormat dan tabarruk merupakan bagian integral tradisi keilmuan Islam selama lebih dari 1400 tahun ini. Telah dijelaskan pula secara singkat, dasar naqli pentingnya penghormatan pada mereka yang lebih tua, atau mereka yang memang dimuliakan Allah Ta’ala karena ketinggian ilmunya atau ketinggian akhlaq dan ketaqwaannya. Sedikit ilustrasi telah pula diberikan yang menjelaskan bahwa penghormatan pada ulama atau awliya’ sebenarnya adalah perluasan dari penghormatan yang memang kita lakukan sehari-hari secara berbeda pada orang yang berbeda pula.
Apakah kemudian yang menjadi latar belakang sekaligus hikmah dari perlunya interaksi langsung kebanyakan kita sebagai murid, dengan para ulama, atau para awliya’? Dan apakah latar belakang serta hikmah perlunya adab hormat serta tabarruk dalam interaksi kita dengan mereka ini?
(more…)
Posted in Adab dan Akhlaq | No Comments »