Thursday, September 23rd, 2004
Beberapa waktu yang lalu saya terkesan dengan seorang ustadz yang datang ke Delft. Beliau menerangkan Islam melalui surat Al-Fatihah. Waktu itu beliau menekankan pada ayat ke-lima tentang ibadah “iyaka na’budu”. Beliau mengajarkan bahwa beribadah harus benar dengan mengikuti contoh yang benar. Beliau juga menekankan bahwa masuk Islam itu harus kaffah atau sekaligus. Kali ini saya mencoba dengan surat yang sama tapi melalui pendekatan progresif atau bertahap.
(more…)
Posted in Khairul Hadits | No Comments »
Friday, September 17th, 2004
Kesunyian menemani saya yang entah telah berapa jam menatap barisan statements software di monitor komputer. Lelah sekali. Duh…sebentar lagi jam lima sore nih, harus siap-siap mau pergi schoonmaaken (baca: kerja bersih-bersih kantor dan wese orang).Ada kemalasan menyelimuti saya untuk melangkah kerja. Apalagi, sudah kebayang nanti pulangnya pasti anak-anak akan melakukan “protes” karena sudah terlalu lama ditinggal Abi-nya. Mulai dari buat gaduh, menangis, jahilin adiknya, atau merengek-rengek minta ditemani tidur. Padahal, saat itulah kelelahan dan ingatan kepada beberapa deadline pekerjaan benar-benar menghampiri saya.
Perlahan saya mulai beringsut, berjalan perlahan seolah ada beban yang berat. Tiba-tiba saja, ada nama yang muncul dalam ingatan saya: “Adnan Kailani !”
Mulut saya berguman dua tiga kali menyebut nama tersebut.
Apakabarmu?
Dimana kamu?
(more…)
Posted in Cermin | 2 Comments »