Secangkir Teh dan Senyuman
Tuesday, April 27th, 2004Pagi datang,
sebelum siang
mentari menang
bulan menghilang.
(more…)
Keluarga Muslim Delft
Pagi datang,
sebelum siang
mentari menang
bulan menghilang.
(more…)
eramuslim - Ada semburat haru ketika kami menginjakan kaki di Schiphol Airport, selatan Amsterdam. Untuk kesekian kalinya, siang itu, kami melepas keberangkatan seorang bapak yang akan kembali ke tanah air. Aroma perpisahan begitu menyengat, saat kami memasuki terminal departures. Lambaian tangan dan pelukan perpisahan menghiasi ruang dan hall di bandara.
Setelah beberapa waktu bergaul dengan bapak pendidik itu, akhirnya perpisahan menemui takdirnya. Beliau adalah teman diskusi yang setia. Hampir semua sisi kehidupan pernah kami bincangkan. Mulai dari urusan dapur pejabat yang dipolitisir, hingga ‘obrolan masa depan’ tentang keluarga sakinah, pernah kami bahas tuntas. Selain narasumber yang baik, beliau adalah ayah sekaligus sahabat bagi kami. Belum usai rasanya, kami meneguk gelas-gelas kebijaksanaan yang beliau hidangkan. Masih segar dalam ingatan, taujih yang membahana itu. Semoga jenak-jenak bersamanya menjadi nasehat kehidupan yang berguna sepanjang waktu.
(more…)
Terjemahan kata-kataku akan kekal selamanya…
Terjemahan kata-katamu jua akan kekal selamanya…
Kata-kataku dan kata-katamu adalah seperti tenaga…
Tidak akan hilang atau musnah… cuma sekadar berubah bentuk..
(more…)
Pesan Penulis: Jika tulisan ini terlalu panjang, tiga kalimat berikut bisa disimak terlebih dahulu.
Sistem Islam itu adalah naluri humanis religius. Iman dan takwa adalah perjuangan jihad. Indonesia adalah tempat bertemunya naluri humanis religius, muslim dan mukmin secara damai.
Maka hadapkanlah wajahmu kepada sistem yang lurus; fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut naluri itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Sistem yang murni; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
(QS Ar-Ruum 30:30)
(more…)
Satu setengah tahun yang lalu, ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di negeri Belanda, tidak ada satu orang pun yang saya kenal kecuali beberapa rekan yang berangkat dengan pesawat yang sama. Beberapa hari kemudian mulai timbul rasa kangen kepada keluarga di tanah air. Sedikitnya jumlah orang yang saya kenal ketika itu membuat saya kesepian. Ingin rasanya berkumpul dengan keluarga dan teman teman untuk sekedar berbincang dan bermain.
(more…)