Nomor 1
Wednesday, December 31st, 2003Bismillaahi Ar-Rahmaani Ar-Rahiim
Berkata Rasulullah SAW: “Setiap amalan kebaikan yang tidak diawali dengan bismillaahi ar-Rahmaan ar-Rahiim maka amalan tersebut terputus”.
(more…)
Keluarga Muslim Delft
Bismillaahi Ar-Rahmaani Ar-Rahiim
Berkata Rasulullah SAW: “Setiap amalan kebaikan yang tidak diawali dengan bismillaahi ar-Rahmaan ar-Rahiim maka amalan tersebut terputus”.
(more…)
Waktu adalah uang, kata sebagian orang.
Sementara yang lainnya berandai, waktu itu bagaikan pedang.
Sejatinya, waktu itu adalah amanah.
Yang harus diatur, dipergunakan, dan pada akhirnya juga dipertanggungjawabkan.
(more…)
Waktu terus berjalan tanpa henti. Hari-hari berlalu dengan cepat. Tak terasa, satu setengah tahun telah berlalu di kota Delft tercinta. Musim datang silih berganti, sama halnya dengan orang-orang yang saya kenal yang juga datang bergantian. Teman yang sudah selesai menempuh studi hampir semuanya pulang kembali ke “kampungnya” masing-masing di Indonesia. Sebagai “gantinya”, mahasiswa/i baru berdatangan.
(more…)
Kiasan apa yg mesti kugenggam
kala tanya itu kembali menghujam
mestikah kugambarkan dalamnya diam
hingga rasa ini seolah merindu dendam
(more…)
Jangankan lelaki biasa..
nabi pun terasa sunyi tanpa wanita..
tanpa mereka, fikiran dan perasaan lelaki akan resah..
masih mencari walau ada segalanya..
apa yang ada didalam syurga..
namun Adam tetap rindukan Hawa..
dijadikan wanita daripada tulang rusuk yang bengkok..
untuk diluruskan olih lelaki..
tetapi seandainya lelaki itu tidak lurus..
mana mungkin kayu yang bengkok menghasilkan bayang yang lurus.
(more…)
Salju menderas
seolah tengah bergegas
berlomba dan berpacu
demi sebuah kiasan kalbu
(more…)
Pada suatu pagi yang mendung di bulan Desember, saya menyalakan komputer. Setelah beberapa saat, muncullah daftar hal-hal yang perlu saya tindak lanjuti, misalnya membalas e-mail, mengumpulkan tugas, mengirim surat di kantor pos dan menyelesaikan artikel untuk MUSLIMdelft.
Rasanya ingin sekali menghubungi keluarga dan teman-teman yang berada di Indonesia, namun seringkali itu hanya sebatas keinginan yang tak terlaksanakan. Banyak hal yang mungkin bisa diceritakan, tapi rasanya sulit untuk dituangkan dalam bentuk surat, e-mail ataupun percakapan melalui telepon.
(more…)
Manakala tergugah dari mimpi,
biarkanlah kubuka mata ini lebar-lebar,
hingga terungkaplah apa yang tak pernah terungkap.
(more…)
Beberapa hari yang lalu ku baca kembali undangan seorang kawan yang akan melangsungkan pernikahan,entah mengapa ku terkenang kembali kejadian sepuluh tahun yang lalu di akhir desember 1993, seorang muslimah datang padaku untuk menyampaikan amanat bahwa ada seorang “ikhwan” yang ingin melamarku. Ku tak tahu bagaimana perasaanku saat itu tapi itulah terjadi walaupun dilalui dengan lika-liku tapi akhirnya tercetaklah jua undangan merah jambu yang menghantarkan kesanak saudara, sahabat dan rekan untuk memberikan ucapan Barakallah kepada kami berdua.
(more…)
Tak usah lagi resah itu diendapkan dalam dada,
bukankah angin telah berubah arah?
(more…)