Archive for November, 2003

Kenapa kalau abi sudah tua abi mati?

Monday, November 24th, 2003

Kenapa Nyai (nenek dalam bahasa Palembang) udah tua ada ubannya?
Kenapa Nyai punya anak, Bapak dulu baru Abi terus Pak Ucu?
Kenapa Allah ciptakin semuanya karena Allah hebat?
Kenapa nanti kalo adek ahmad sudah besar terus punya anak, terus abinya udah tua?
Kenapa nanti kalo abi sudah tua, Abi mati???

***
(more…)

Senyum

Tuesday, November 11th, 2003

Kalau ada yang paling saya suka dari etika orang Belanda, adalah senyum. Kenal nggak kenal, kalau ketemu di lift, kebanyakan mereka menyapa dengan Daag sambil tersenyum. Awalnya sih bingung, sebab ketemu bilang daag, pisah juga bilang daag, tapi akhirnya terbiasa. Lama-lama juga nemu padanan kata lain, yang lebih gampang di cerna, misalnya tot zien‘, tot kijk, atau tot straks yang kira-kira artinya sampai jumpa. Ketika masih tinggal di Rotterdam dan hari-hari harus bolak-balik Rotterdam-Delft, saya jadi terbiasa meng-copy kebiasaan orang belanda: mempersilahkan orang lebih dulu, menolong menahan pintu, menolong menurunkan kinderwagen (kereta bayi). Kalau sampe, dikantor, mulai tebar-tebar senyum sambil memberi salam goede morgen (selamat pagi). Sementara itu, ditempat keramaian sering kali tanpa sengaja menyenggol, menginjak kaki, menabrak orang, eh..tapi londonya malah bilang duluan: sorry hoor (maaf). Akhirnya saya jadi sering mempraktekkan kebiasaan wong jowo: mas..mas..maaf mas, kaki saya keinjek yang biasa dipraktekkan oleh orang belanda.

***
(more…)

Kinderen Kopieeren

Tuesday, November 11th, 2003

Dalam beberapa minggu ini, sepanjang perjalanan rutin Rotterdam-Delft, saya sering kali melihat billboard kampanye anti rokok di Belanda. Ada macam-macam pamflet yg terpasang, mulai dari bahaya rokok di tempat kerja sampai ajakan menabung uang jatah rokok untuk masa depan anak. Ada satu jenis pamflet yang sangat menarik perhatian saya yang diberi judul gede-gede Kinderen Kopieeren atawa terjemahan ska (sekenanya aja) adalah “Anak Mencontoh”. Mulanya sih, saya kagum akan usaha pembuat pamflet, dari mencari model ayah-anak atau ibu-anak yang sangat mirip kemudian dengan olahan elektronik grafis, membuat audien pamflet menangkap pesan yang ingin disampaikan dengan mudah, walaupun hanya sekelebat pandangan dari dalam bus atau metro. Tapi makin sering melihat pamflet-pamflet tersebut koq, jadi kepikiran banyak hal, dari rokok, anak, keluarga, sampai dakwah.

***
(more…)

Tentang Kami

Keluarga Muslim Delft adalah wadah kegiatan kemasyarakatan ummat muslim Indonesia di Delft yang bertujuan menggairahkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam mengharapkan ridla Allah Subhanahuu Wata’ala.

Ingin Berlangganan?

 Subscribe in a reader
Cari :